Start Dating nippon porcelain age

Dating nippon porcelain age

Pesan Moral Bung Karno Apa yang ditulis oleh Bung Karno adalah buah pikirannya.

Pesan moral tentang arti pentingnya sebuah kesadaran sosial, berbudaya, politik, jatidiri – prinsip hidup bermartabat, berjiwa satria, kegotong-royongan – solidaritas – kebersamaan lintas kultural, kesadaran berketuhanan, hampir semua tercakup didalam isi kandungan kumpulan naskahnya.

Nilai-nilai moral – etika, musyawarah, serta kepemimpinan nampak menonjol pada beberapa naskah karya Bung Karno, terlebih pada naskah Chungking Djakarta.

Sayang, tak banyak data tentang naskah tersebut yang bisa diungkapkan.

Kemudian, semasa pengasingannya di Bengkulu (1938 – 1942), Bung Karno juga menulis beberapa naskah, antara lain : Rainbow (Poetri Kentjana Boelan); Hantoe Goenoeng Boengkoek; Si Ketjil (Klein’duimpje); dan Chungking Djakarta.

Tokoh Tjen Djit Tjioe dan Zakir Djohan dalam naskah Chungking Djakarta menggambarkan karakter dua orang pejuang yang gigih, ulet dalam mengemban misi perjuangannya dengan tulus, serta menjunjung semangat moralitas yang tinggi.

Disisi lain, kedua tokoh ini menggambarkan solidaritas – kebersamaan lintas kultural.

Nilai-nilai tersebut nampaknya seperti menjadi salah satu kecenderungan dalam tradisi penulisan naskah – seperti yang terdapat juga pada kandungan naskah Tantu Panggelaran (Depdikbud : 1999), maupun Babat Lombok I (Depdikbud : 1999).

Pesan – amanat Bung Karno sebagai seorang nasionalis – patriotis yang tulen cukup jelas pada isi kandungan naskah Chungking Djakarta.

Dalam naskah ini, Bung Karno mengingatkan bahwa setiap langkah perjuangan tentu saja banyak rintangannya.

Dan rintangan terberat yang sering menghadangnya adalah sebuah pengkhianatan dalam seperjuangan. Namun pada akhirnya kebenaran selalu membuahkan kemenangan.

Driwancybermuseum’s Blog WELCOME COLLECTORS FROM ALL OVER THE WORLD SELAMAT DATANG KOLEKTOR INDONESIA DAN ASIAN AT DR IWAN CYBERMUSEUM DI MUSEUM DUNIA MAYA DR IWAN S.


 
Dzisiaj jest:
21-Apr-2020 19:06